
Suaranarasi.com – Dalam upaya memperkuat pembinaan mental dan spiritual pegawai, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Metro menggelar kegiatan kajian mental rohani yang berlangsung di Masjid At-Taubah Lapas Metro, Jumat (29/5/2026). Kegiatan ini diikuti oleh jajaran pegawai Lapas Metro dengan penuh khidmat dan antusias.
Pelaksanaan kajian mental rohani tersebut merupakan tindak lanjut dari perintah harian Pelaksana Harian Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Lampung, M. Hilal, yang menekankan pentingnya pembinaan karakter, integritas, dan penguatan nilai spiritual bagi seluruh insan pemasyarakatan.
Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan motivasi internal dalam bekerja, meningkatkan semangat berbuat kebaikan, serta menjaga amanah dan tanggung jawab yang telah dipercayakan kepada seluruh pegawai pemasyarakatan. Melalui pembinaan rohani secara rutin, diharapkan setiap pegawai mampu menjalankan tugas dengan penuh integritas, profesionalisme, dan rasa tanggung jawab yang tinggi.
Kajian tersebut diisi oleh ustaz dari Kementerian Agama Kota Metro yang menyampaikan tausiah mengenai kisah pengorbanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS. Dalam ceramahnya, disampaikan bahwa nilai keikhlasan, kepatuhan kepada perintah Allah SWT, serta pengorbanan demi kebaikan merupakan teladan yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam menjalankan tugas sebagai petugas pemasyarakatan.
Suasana kajian berlangsung penuh kekhusyukan. Para pegawai tampak menyimak materi yang disampaikan dengan serius dan menjadikan momentum tersebut sebagai sarana introspeksi diri sekaligus penguatan spiritual di tengah pelaksanaan tugas yang penuh tantangan.
Kepala Lapas Metro, Tunggul Buono, menyampaikan bahwa kegiatan pembinaan mental dan rohani memiliki peran penting dalam membentuk karakter pegawai yang berintegritas dan berakhlak baik. Menurutnya, penguatan spiritual menjadi fondasi utama dalam menjaga profesionalisme dan amanah sebagai aparatur negara.




