
Suaranarasi.com – Tim pengukuran gizi dari Rumah Sakit Ciptomangunkusumo (RSCM) bersama Direktorat Jendral Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kemenkumham RI menemukan adanya beberapa warga binaan di Lapas Narkotika Bandarlampung yang overwheight atau kelebihan berat badan.
“Untuk data kami sementara mayoritas warga binaan status gizi nya normal, namun ada beberapa yang overwheight tapi kami mengkroscek data yang ada,” kata Dr Gizi Rumah Sakit Ciptomangunkusumo Jakarta, Halim di Bandarlampung, Kamis 22 Juni 2023.
Dia melanjutkan pengukuran gizi terhadap warga binaan tersebut masih dalam proses perhitungan.
Untuk faktor overwheight, lanjut dia, ada beberapa faktor mulai dari makanan dan aktifitas selama berada di pemasyarakatan.
“Ada banyak faktor overwheight terhadap warga binaan di antaranya faktor makanan dan aktifitas. Kami saat ini sedang mengevaluasi makanan yang diberikan apakah sudah sesuai dengan peraturan Permenkumham No40 atau belum,” kata dia.
Sub Kordinator Gizi dan Makanan Ditjen Pemasyarakatan Kemenkumham RI, Lily P mengatakan, pengukuran status gizi terhadap warga binaan dilakukan dengan berbagai cara. Di antaranya pengisian instrumen aktivitas fisik, penyuluhan gizi, pengukuran berat badan dan tinggi badan, serta dilanjutkan dengan wawancara asupan makan terhadap warga binaan setempat.
“Ini kami lakukan untuk mengetahui kondisi status gizi warga binaan selama berada di UPT Pemasyarakatan serta mencari solusi untuk mengatasi permasalahan kesehatan warga binaan yang muncul akibat dari pemberian makanan yang tidak sesuai standar,” katanya.
Kegiatan pengukuran gizi terhadap warga binaan tersebut bekerja sama dengan Dosen Poltekes Jakarta dan ahli gizi dari Rumah Sakit Ciptomangunkusumo.
“Dalam pengukuran gizi ini nantinya kami memberikan rekomendasi kepada pimpinan dalam hal ini Ditjenpas agar tidak salah dalam membuat kebijakan sehingga memudahkan para UPT dalam gizi sesuai dengan standar makanan yang sudah diamanatkan dalam undang-undang,” katanya lagi.
Kalapas Narkotika Bandarlampung, Porman Siregar mengatakan, penilaian terkait status gizi warga binaan sepenuhnya diserahkan kepada Tim Gizi dari Ditjen Kemenkumham RI.
“Kami serahkan sepenuhnya kepada tim, apapun hasilnya itu menjadikan kami untuk membenahi warga binaan kami,” kata dia.
“Kami berharap kepada warga binaan kami, gizi nya terpenuhi karena kami di dalam Lapas ini sendiri sejauh nya memang telah layak mulai dari makanan, olahraga, dan lainnya,” kata dia lagi.




