
Oplus_16908288
Suaranarasi.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Muara Tebo, Provinsi Jambi, mendukung program ketahanan pangan dengan memanen ratusan telur yang telah dikelola oleh warga binaan setempat.
Kalapas Muara Tebo, Mukhlisin Fardi mengatakan, ratusan telur yang telah dipanen tersebut merupakan hasil program pembinaan kemandirian warga binaan untuk di bidang peternakan.
“Ini sebagai wujud nyata implementasi pembinaan yang produktif dan berkelanjutan,” katanya dikonfirmasi, Selasa (28/7).
Dia melanjutkan panen tersebut dilaksanakan di area peternakan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) lingkungan Lapas Muara Tebo. Program peternakan yang dikelola warga binaan tersebut, lanjut dia, ada sebanyak 300 ekor ayam petelur.
“Saat ini populasi ada sekitar 300 ekor ayam petelur yang setiap harinya peternakan mampu menghasilkan sekitar 5 hingga 7 karpet telur, telur ini selanjutnya kita distribusikan untuk memenuhi kebutuhan dapur Lapas Muara Tebo sebagai bahan konsumsi warga binaan,” kata dia.
Selain memenuhi dapur warga binaan, tambah dia, telur-telur tersebut juga dipasarkan kepada pegawai Lapas Muara Tebo sebagai bentuk optimalisasi hasil pembinaan sekaligus mendukung kemandirian program peternakan.
Menurutnya, dalam pembinaan tersebut sektor peternakan merupakan salah satu program unggulan pembinaan kemandirian yang memberikan manfaat nyata bagi warga binaan maupun institusi.
“Tidak hanya mendukung ketahanan pangan di lingkungan Lapas, tetapi juga membekali warga binaan dengan keterampilan yang dapat menjadi modal ketika kembali ke tengah masyarakat. Kami ingin menghadirkan pembinaan yang produktif, berkelanjutan, dan benar-benar memberikan manfaat,” kata dia lagi.
“Keberhasilan program ini merupakan hasil pembinaan yang dilakukan secara konsisten oleh petugas bersama warga binaan mulai dari perawatan ayam, pemberian pakan, hingga proses panen yang dilakukan secara terjadwal. Selain menghasilkan telur berkualitas, kegiatan ini juga menanamkan nilai tanggung jawab, kerja sama, dan etos kerja kepada warga binaan sebagai bekal kehidupan setelah bebas nanti,” tambah Kasi Binadik dan Giatja, Erison Bangun.







