
Suaranarasi.com – Seperti organ tubuh lainnya, kesehatan lambung juga bisa terganggu.
Berbagai kondisi lambung dapat menghambat kerja lambung secara maksimal untuk mencerna makanan dan minuman yang anda konsumsi.
Sebagai salah satu organ sistem pencernaan, lambung bekerja memecah makanan dan minuman yang anda konsumsi menjadi cairan dalam bentuk kental agar nutrisi yang dikandungnya mudah diserap oleh usus halus.
Selain itu, lambung juga bertugas untuk membunuh segala kuman atau bakteri yang mungkin terkandung dalam makanan atau minuman yang anda konsumsi.
Penyakit perut
Ada beberapa jenis penyakit maag yang harus anda waspadai. Pasalnya, penyakit lambung ini bisa membuat tubuh kekurangan nutrisi sehingga menghambat aktivitas sehari-hari.
Berikut adalah beberapa jenis penyakit perut dan berbagai gejala yang menyertainya:
1. Gastritis
Gastritis atau gastritis terbagi menjadi dua jenis, yaitu gastritis akut dan kronis. Kondisi ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari penggunaan obat antiinflamasi nonsteroid jangka panjang, terlalu banyak minum alkohol, hingga adanya penyakit autoimun.
Pada beberapa orang, gastritis dapat terjadi tanpa gejala. Namun, jika hal ini menimbulkan gejala, penderita gastritis dapat mengalami muntah, mual, cegukan, nyeri di ulu hati, dan feses berwarna hitam.
Gastritis jika tidak diobati dapat menimbulkan komplikasi yang berbahaya bagi penderitanya seperti sakit maag, pendarahan lambung, kanker lambung.
2. GERD (Penyakit Refluks Gastroesofageal)
GERD (gastroesophageal reflux disease), juga dikenal sebagai acid reflux, adalah suatu kondisi di mana makanan atau minuman yang telah bercampur dengan asam lambung kembali naik ke kerongkongan.
Kondisi tersebut dapat menyebabkan rasa asam atau pahit di mulut dan rasa panas di dada.
Tidak hanya itu, penderita GERD juga bisa mengalami mual, muntah, sakit tenggorokan, dan sulit tidur.
Dalam jangka panjang dan tanpa penanganan yang tepat, GERD dapat menyebabkan iritasi dan perdarahan esofagus bahkan kanker esofagus.
3. Sakit maag
Ulkus peptikum adalah tukak yang disebabkan oleh pengikisan lapisan lambung atau usus kecil.
Secara umum, sakit perut disebabkan oleh infeksi bakteri Helicobacter pylori atau karena terlalu banyak mengonsumsi obat antiradang seperti aspirin dan ibuprofen.
Penderita maag dapat mengalami beberapa gejala seperti kembung, mual, sering bersendawa, nyeri ulu hati, bahkan muntah darah.
Beberapa gejala tersebut juga bisa bertambah parah saat korban sedang stres, mengonsumsi makanan yang terlalu pedas atau asam, merokok, dan minum alkohol.
4. Gastroparesis
Otot perut bertanggung jawab untuk mendorong makanan atau minuman melalui usus kecil.
Namun, pada penderita gastroparesis, otot lambung tidak dapat berfungsi secara maksimal sehingga pencernaan makanan menjadi lamban.
Gastroparesis seringkali disertai sejumlah keluhan, mulai dari rasa cepat kenyang saat makan, kembung, mual, dan mulas hingga muntah makanan yang tidak tercerna dengan sempurna.
Meski penyebabnya belum diketahui secara pasti, gastroparesis diduga disebabkan oleh kerusakan saraf yang mengontrol otot perut.
Penyakit perut ini juga berisiko lebih tinggi bagi orang dengan kondisi kesehatan tertentu, seperti amiloidosis, diabetes, dan skleroderma.
5. Kanker perut
Penyakit lambung yang juga perlu diwaspadai adalah kanker lambung. Hal ini karena kanker lambung jarang menimbulkan gejala yang spesifik pada stadium awal, sehingga baru diketahui saat penyakit sudah berkembang ke stadium lanjut.
Penyebab kanker lambung belum diketahui secara pasti. Namun, faktor-faktor tertentu dapat meningkatkan risiko kanker lambung, seperti obesitas, mengonsumsi makanan tidak sehat, merokok, dan jarang berolahraga.
Untuk mengurangi risiko penyakit lambung, dianjurkan untuk menerapkan pola hidup sehat, dimulai dengan memperbanyak asupan sayur dan buah, menjaga berat badan ideal, serta membatasi konsumsi makanan atau minuman yang tidak sehat untuk kesehatan, seperti gorengan. dan alkohol. .
Tak hanya itu, anda juga harus mencuci tangan hingga bersih dengan sabun dan air mengalir sebelum memasak dan makan untuk mencegah masuknya mikroorganisme penyebab penyakit lambung ke dalam tubuh.
Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter jika anda mengalami gejala sakit perut, seperti kembung, mual, muntah, dan nyeri ulu hati.
Semakin dini terdeteksi, semakin cepat dapat diobati.





