
Suaranarasi.com – Lapas Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung bersama Puskesmas Karang Anyar menggelar kegiatan sosialisasi kesehatan yang berfokus khusus pada pencegahan dan bahaya penyakit diabetes. Senin (18/05).
Agenda edukatif yang dirangkaikan dengan pemeriksaan medis gratis ini berpusat di Aula Lapas. Pihak Lapas sengaja mengangkat topik diabetes ini secara spesifik guna membangun kesadaran para warga binaan akan pentingnya menjaga kadar gula darah selama menjalani masa pidana.
Kegiatan ini merupakan langkah konkret wujud implementasi dari 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026 dalam memperkuat kualitas layanan kesehatan publik.
Mengingat diabetes dapat menyerang siapa saja tanpa memandang usia dan sering kali dipicu oleh pola hidup yang kurang gerak, sosialisasi ini menjadi sangat krusial. Edukasi secara langsung ini dinilai efektif sebagai langkah preventif agar warga binaan memahami faktor risiko dan gejala awal dari lonjakan gula darah.
Dalam pelaksanaannya, penyampaian sosialisasi dilakukan secara interaktif oleh kolaborasi dokter dan perawat dari Lapas Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung serta Puskesmas Karang Anyar.
Tim medis memberikan pemahaman mendalam mengenai pentingnya mengontrol konsumsi makanan manis, karbohidrat berlebih, serta pentingnya aktivitas fisik. Sebagai bentuk penerapan teori, warga binaan langsung menjalani pemeriksaan kadar Gula Darah, serta pengukuran Berat Badan (BB) dan Tinggi Badan (TB) untuk memantau indeks massa tubuh sebagai salah satu indikator risiko diabetes.
Seluruh rangkaian kegiatan sosialisasi dan deteksi dini diabetes ini berjalan dengan aman, tertib, dan lancar dengan tetap memenuhi standar protokol kesehatan yang ketat.
Melalui edukasi intensif ini, warga binaan diharapkan dapat lebih mandiri dan bijak dalam mengatur pola makan serta menjaga kebugaran tubuh sehari-hari. Sinergi ini diharapkan mampu mewujudkan lingkungan komunitas Lapas yang sehat, produktif, dan terhindar dari komplikasi jangka panjang akibat penyakit diabetes.





