
Meskipun dilaksanakan di lingkungan pemasyarakatan, suasana upacara berlangsung penuh semangat nasionalisme. Seluruh peserta mengikuti rangkaian kegiatan dengan tertib dan khidmat sebagai bentuk penghormatan terhadap ideologi bangsa yang menjadi dasar kehidupan bernegara.
Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini menjadi momentum penting untuk kembali mengingatkan seluruh elemen bangsa akan pentingnya menjaga persatuan, memperkuat nilai-nilai kebangsaan, serta mengimplementasikan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam pelaksanaan tugas dan fungsi Pemasyarakatan.
Dalam kesempatan tersebut, Mujiarto membacakan amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia, Yudian Wahyudi. Dalam amanatnya, Kepala BPIP menegaskan bahwa Pancasila merupakan fondasi utama bangsa Indonesia yang telah terbukti mampu menjaga keutuhan negara di tengah berbagai tantangan zaman.
Pancasila disebut sebagai “bintang penuntun” yang mampu mengarahkan bangsa Indonesia menghadapi berbagai dinamika global, mulai dari perkembangan teknologi, perubahan sosial, hingga tantangan geopolitik internasional.
“Indonesia tetap berdiri kokoh sebagai contoh nyata bagaimana keberagaman yang terdiri atas lebih dari 17.000 (tujuh belas ribu) pulau dan ratusan etnik dapat disatukan dalam satu ikatan kebangsaan. Pancasila adalah “jangkar moral” kita dalam menghadapi turbulensi global, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik,” ujarnya.




