
Suaranarasi.com – Gadis-gadis yang duduk di depan pintu kesulitan menemukan pasangan.
Ini adalah salah satu mitos yang berkembang di Indonesia, khususnya tentang Jawa.
Menurut Levi Strauss, mitos adalah warisan berupa cerita dari tradisi lisan dan menceritakan tentang dewa, hewan, manusia, dan lain-lain.
Berikut 7 mitos yang mewarnai hari orang Jawa:
1. Gadis yang duduk di luar sulit menemukan jodoh
Percaya atau tidak, ambil sisi positifnya saja. Duduk di depan pintu mencegah orang berjalan melewatinya. Jadi, duduk di depan pintu menunjukkan sikap tidak sopan kepada orang yang lewat.
2. Wewe Gombel bisa mencegat keluar rumah saat senja
Orang tua sering mempercayai mitos ini. Mitos ini melarang anak-anak keluar rumah saat matahari terbenam.
Mereka percaya bahwa saat hari sudah gelap, inilah waktunya untuk beristirahat di dalam ruangan.
Orang tua sering menggunakan mitos ini untuk mengajak anaknya pulang.
3. Duduk di atas bantal bisa bisulan
Mitos ini juga sering terdengar. Mitos ini mengingatkan kita bahwa bantal digunakan untuk kepala dan tidak sopan menggunakannya sebagai tempat duduk.
4. Bersiul di malam hari bisa memanggil setan
Dikatakan bahwa bersiul di malam hari memanggil setan. Selain itu, peluit malam mengganggu keluarga atau tetangga yang sedang tidur.
5. Makan sambil tiduran bisa jadi ular
Terlepas dari mitos ini, makan sambil berbaring berbahaya bagi kesehatan Anda. Membawa makanan ke tempat tidur juga membuat kasur menjadi kotor.
6. Menyapu tidak bersih membuat suami berjanggut
Mitos yang satu ini sering melanda para cewek. Ketika mereka sedang menyapu, mereka mungkin pernah mendengar tentang mitos ini.
Terlepas dari mitos tersebut, penting untuk menjaga kebersihan rumah. Bahwa penyisiran tidak tanggung-tanggung, tetapi harus diselesaikan dengan bersih.
7. Dilarang menggunakan pakaian berwarna hijau di pantai selatan
Banyak orang yang masih mempercayai mitos ini ketika mereka tiba di pantai selatan.
Sebagian orang beranggapan bahwa memakai baju hijau bertemu dengan nyi roro kidul, yaitu sama dengan warna hijau.
Sebaliknya, warna hijau seolah menyatu dengan laut. Sehingga ketika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, tim SAR semakin sulit untuk melakukan evakuasi.
Pasalnya, warna pakaian korban tidak mencolok.







