
Suaranarasi.com – Seorang supir travel berinisial DS, selaku pemohon dalam sidang praperadilan melalui penasihat hukumnya menyerahkan sejumlah bukti surat terkait penangkapan dirinya dalam perkara dugaan pengiriman 13 kilogram narkotika jenis sabu-sabu.
Penyerahan bukti surat ke majelis hakim tersebut dilaksanakan dalam sidang lanjutan praperadilan melawan Polda Lampung.
“Kami serahkan beberapa bukti surat seperti surat penangkapan, perpanjangan penahanan, dan lainnya,” kata penasihat hukum pemohon, Adiwidyan Hunandika dalam persidangan di PN Tanjungkarang, Bandarlampung, Senin.
Dia melanjutkan bukti surat yang telah diberikan kepada majelis hakim tersebut akan menjadi bukti dan dasar untuk penilaian majelis hakim dalam kegiatan penangkapan yang dilakukan Polda Lampung.
“Bukti surat penangkapan yang kami berikan menjadi dasar bukti bahwa ada kesalahan pada lokus kejadian. Di mana surat penangkapan disampaikan tersangka DD ditangkap di Pelabuhan Bakauheni, padahal faktanya ia ditangkap di Pelabuhan Merak,” kata dia.
Lanjut Adi, selain itu melalui keterangan tersangka DD bahwa ia tidak mengetahui masalah penangkapan dikarenakan tersangka hanya diajak untuk oleh rekannya untuk membawa mobil.
“Pada penangkapan barang di kuasai oleh dua orang terdakwa yang telah ditangkap sebelumnya di Pelabuhan Bakauheni,” katanya.
Sebelumnya, Kepolisian Daerah (Polda) Lampung telah di praperadil kan oleh seorang supir travel yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan pengiriman 13 kilogram narkotika jenis sabu-sabu.
Praperadilan tersebut bertujuan untuk mencari titik terang atas penangkapan terhadap supir travel yang merupakan kliennya oleh Polda Lampung di Pelabuhan Merak, Banten beberapa waktu lalu.
Peristiwa tersebut terjadi saat dua orang yang telah ditetapkan tersangka oleh Polda Lampung mencoba mengantarkan paket 13 kilogram sabu menggunakan travel dari Pekan Baru menuju Pulau Jawa. Saat itu, kedua tersangka tertangkap di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan.
Saat tertangkapnya kedua tersangka tersebut, polisi kemudian melakukan pengembangan dan didapati bahwa ada seorang supir travel dengan mobil yang berbeda rencana untuk menyambut barang tersebut.




