
Suaranarasi.com – KH Imaduddin Utsman Al Bantani asal Banten berkunjung ke Provinsi Lampung untuk mengikuti pelaksanaan pawai budaya bersama Padepok Sai Lendra dan sejumlah organisasi masyarakat (Ormas) lainnya dalam rangka mengingat perjuangan terhadap perjalanan wali songo.
KH Imad sapaan akrabnya didampingi Ketua Padepokan Syailendra Ki Ageng Raden Indra Fatahillah menaiki kendaraan Jeep Willys bersama rombongan melaksanakan pawai budaya berkeliling Kota Bandarlampung.
“Pawai yang dilaksanakan ini merupakan budaya untuk melestarikan nusantara,” katanya di Bandarlampung, Senin.
Selain melaksanakan pawai budaya, dirinya bersama para ulama, Ormas, serta santriawan dan santriawati juga melaksanakan diskusi serta ceramah agama tentang sejarah masuknya islam ke Indonesia.
Menurut dia islam yang ada di Indonesia sendiri telah tersebar melalui wali-wali songo dan juga para sultan-sultan yang ada di seluruh nusantara. Kehadirannya sendiri dalam diskusi bersama para ulama dan lainnya untuk meluruskan bahwa adanya upaya yang ingin membelokkan sejarah islam bahwa yang menyebarkan agama islam di Indonesia merupakan dari nasab Ba’alawi atau garis keturunan habib.
“Apa yang di claim oleh Ba’alawi adalah palsu. Tidak ada satupun manuskrip masa lalu yang menyatakan bahwa Ba’alawi adalah sebagai para penyebar islam di Indonesia,” kata dia.
menambahkan Ba’alawi sendiri menurutnya datang ke Indonesia tahun 1180 sedangkan islam sendiri di Indonesia telah masuk sejak secara masif di abad ke 15 dan 16 masehi. Bahkan, lanjut dia, untuk di Aceh sendiri di abad ke 2 masehi telah ada orang-orang beragama islam dengan dibuktikan adanya manuskrip bandar khaifah dan nahkoda khalifah di Banda Aceh.
“Kami semua berupaya memberikan pencerahan kepada masyarakat bahwa Ba’alawi yang selama ini mengaku sebagai keturunan nabi Muhammad SAW adalah palsu dan tidak terbukti. Para habib Ba’alawi yang mengaku keturunan nabi di Indonesia sela ini adalah palsu sebagai keturunan nabi berdasarkan kajian sejarah, kajian ilmu nasab, dan hasil tes DNA,” katanya.
Ketua Padepokan Wangsa Syailendra, Ki Ageng Raden Indra Fatahillah mengatakan, bahwa pihaknya bersama para ulama dan Ormas berkomitmen untuk menjaga kesatuan negara. Menurut dia, dengan adanya pembelokan-pembelokan sejarah hal tersebut justru dapat membuat pecah belah bangsa Indonesia.
“Melalui pawai budaya ini lah kami melestarikan nusantara dan meluruskan sejarah untuk anak cucu kita. Dengan kebenaran sejarah sehingga mendatang anak cucu kita tidak dibodohi. Kami juga telah melaksanakan diskusi sekitar 4000-an lebih tentang nasab-nasab sebenarnya,” katanya.
Untuk diketahui nama KH Imaduddin Utsman Al Bantani belakangan ini menjadi perbincangan publik setelah ia memberikan pernyataan yang mengatakan bahwa nasab Ba’alawi atau garis keturunan habib di Indonesia tak tersambung ke Nabi Muhammad SAW.
Pernyataan itu ia sampaikan ketika hadir sebagai bintang tamu di salah satu video di akun YoUtube Rhoma Irama Official pada beberapa bulan lalu.
Bahkan dalam video tersebut dirinya mengklaim telah memiliki sejumlah data valid dari hasil penelitiannya mengenai nasab Ba’alawi yang sudah menjadi karya tulis ilmiah. Karya tulis itu ia awali dengan menyorot garis keturunan dua ulama Indonesia yang lekat dengan gelar habib, yakni Rizieq Shihab dan Bahas bin Smith.
Dari hasil penelitiannya, Imad mengatakan bahwa manuskrip yang ditulis oleh tokoh Ba’alawi baru ditemukan pada abad ke sembilan. Padahal, sebelumnya tak ada manuskrip yang mencatat nama Ubaydillah yang merupakan bapak dari Alawi.




