
Suaranarasi.com – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI memperkirakan nilai kerugian atau dampak langsung akibat dibatalkannya Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia FIFA U-20 sebesar Rp3,7 triliun.
“Di antara total potensi wisatawan mancanegara ada antara 1.000 hingga 50.000 orang,” kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno dikutip Suaranarasi.com dari Antara, Sabtu 8 April 2023.
Tidak hanya itu. Sandiaga menyebut dampak pembatalan event sepak bola bergengsi tersebut, pergerakan ekonomi yang diharapkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta pelaku ekonomi kreatif tanah air dari 2,2 juta penonton (asing dan domestik) juga ikut menghilang.
“Terjadi lagi, jangan lama-lama menyesal, bertindaklah sekarang,” tegasnya.
Menurutnya, yang perlu dilakukan saat ini adalah mulai berpikir dan mencari solusi untuk mengatasi dampak kekalahan Indonesia akibat batalnya status tuan rumah putaran final Piala Dunia U-20.
“Let’s do it now. Mari kita mulai mencari solusi atas potensi kerugian yang harus ditanggung pelaku ekonomi kreatif,” katanya.
Sandiaga mengatakan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif melakukan kajian tentang konsekuensi atau dampak kekalahan setelah Federasi Sepak Bola Internasional atau FIFA mencabut status tuan rumah Piala Dunia U-20 Indonesia. .
Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu mengatakan, pelaku ekonomi kreatif dan usaha mikro, kecil, dan menengah mengalami kerugian paling nyata.
Sandiaga percaya pada berbagai macam masakan, suvenir, dan lainnya. disiapkan atau diproduksi dalam jumlah besar untuk dijual kepada wisatawan domestik dan asing selama Piala Dunia FIFA U-20.







